0

TEORI PENGUKURAN (Bag.1)

Secara terminologi pengukuran dapat diartikan sebagai upaya untuk mendapatkan besaran kuantitatif yang merupakan hasil dari perbandingan antara sesuatu yang ingin diketahui terhadap standarnya. Tujuan pengukuran dibagi menjadi dua, yaitu :

  • Pengukuran Langsung: tujuannya untuk mendapatkan pengetahuan secara eksak dan objektif dari sesuatu benda maupun hal.
  • Pengukuran Tak langsung dibagi menjadi 3, yaitu monitoring, controlling, dan analisis (statistik dan teknis).

Istilah dalam pengukuran

Terdapat beberapa istilah-istilah yang sering dipakai pada konteks pengukuran. pemahaman terhadap istilah pengukuran akan memberikan gambaran kemudahan kita. Kita harus bisa membedakan dengan jelas dari tiap istilah di dalam teori pengukuran. Berikut istilah teori mengukuran diantaranya:

Akurasi

akurasi dapat dinyatakan dalam tiga cara, yaitu: persentasi kesalahan terhadap keluaran skala penuh (Full Scale Output atau FSO), Persen kesalahan terhadap pembacaan, dan kesalahan absolut terhadap masukan. Kesalahan adalah perbedaan antara keluaran sesungguhnya dan keluaran terbaca. Kesalahan dapat dirumuskan sebagai nilai absolut keluaran sesungguhnya dikurangi keluaran terbaca.

  • Kesalahan sesungguhnya dapat dinyatakan sebagai keluaran skala penuh dibagi masukan skala penuh, hasilnya dikalikan dengan masukan sesaat, sehingga presentasi FSO dapat dinyatakan sebagai presentase kesalahan terhadap keluaran skala penuh.
  • Presentase kesalahan terhadap pembacaan dapat dinyatakan sebagai presentase kesalahan terhadap masukan sesaat.
  • Kesalahan absolut terhadap masukan dapat dinyatakan sebagai presentase FSO dikalikan masukan skala penuh.

Akurasi suatu alat ukur dapat dicari dengan cara melakukan kalibrasi dari skala terkecil hingga skala terbesar, kemudian dibalik dari skala terbesar hingga skala terkecil.

Presisi

Presisi menunjukkan seberapa teliti hasil pengukuran yang telkah dilakukan dan sangat berkaitan erat dengan angka bermakna (siqnificant figure, SF). SF dapat dinyataka sebagai angka terbanyak dari suatu digit harga yang memiliki kesalahan terbesar 50 persen dari satuan terkecil. Perlu untuk diketahui juga, bahwa dua pengukuran atau lebih dengan menggunggunakan SF yang berbeda akan menghasilkan SF yang terkecil di antara pengukuran-pengukuran tersebut.

Ripitabilitas

Merupakan ukuran seberapa bagus keluaran berulang ke nilai sebelumnya ketika masukan yang sama dengna presisi yang sama diberikan pada waktu-waktu yang berbeda. Terdapat dua cara untuk menentukan repeatibility, yaitu:
a)Repeability dinyatakan sebagai presentase nilai data maksimum dikurangi nilai data minimum terhadap skala penuh
b)Repeability dinyatakan sebagai presentase deviasi maksimum dikurangi rerata terhadap skala penuh.

Resolusi

adalah perubahan terkecil pada masukan yang mengakibatkan perubahan pada keluaran.

Kepekaan

Kepekaan atau disebut juga dengan sensitivity merupakan perbandingan isyarat keluaran atau tanggapan instrument terhadap perubahan masukan atau peubah masukan.

Validitas

alat ukur dikatakan memiliki validitas yang tinggi apabila yang diukur adalah obyek yang diharapkan.

Realibilitas

alat ukur dikatakan mempunyai realibility tinggi apabila dapat bekerja dengan baik untuk jangka waktu yang cukup lama.

Standar

adalah segala sesuatu yang telah diperjanjikan dan diterima untuk dipergunakan sebagai patokan dalam menentukan sesuatu. Terdapat dua macam standar, yaitu:
a)Standard norma, yaitu ketentuan-ketentuan atau yang diperjanjikan harus dipenuhi untuk mencapai tingkatan kualitas tertentu
b)Standar ukur, yaitu pengejawentahan satuan besaran yang telah diterima sebagai patokan dalam pengukuran.

Kalibrasi

merupakan uji kebenaran dengan membandingkan terhadap standarnya. Tujuan dari kalibrasi adalah mendapatkan pengakuan kebenaran objektif suatu alat (standar maupun alat ukur). Sedangkan tujuan dari standarisasi adalah mendapatkan keseragaman tingkat kualitas suatu produk.

Rekalibrasi

merupakan kalibrasi yang dilakukan setelah alat ukur tersebut dipakai pada durasi tertentu. Tujuan dari rekalibrasi adalah menentukan besar koreksi yang harus diadakan terhadap suatu alat ukur maupun standar.

Agung Suprapto

lecturer, blogger, trainer, network engineer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *