0

9 Kriteria dalam Membuat Buku Ajar

buku ajarSebagai seorang pengajar baik itu guru maupun dosen, menyusun materi ajar merupakan rutinitas sehari-hari. Namun tidak sedikit pula, para pengajar tidak mempersiapkan materi yang akan disampaikan dengan sebaik-baiknya. Mereka hanya mengandalkan daya ingat dan kebiasaan yang sudah ada. Hal ini jelas akan berdampak menurunnya efektifitas dan efisiensi pengajaran. Efek yang ditimbulkan adalah:

  1. Proses belajar mengajar menjadi tidak terarah
  2. Target penyampaian tidak bisa diukur keberhasilannya
  3. Materi tidak tersampaikan semuannya
  4. Siswa/mahasiswa tidak terasah kreatifitas dan kritisismenya
  5. dst

Permasalahan di atas jelas tidak bisa diselesaikan dengan lengkapnya administrasi seperti silabus, rpp, dll. Ataupun peralatan mengajar yang lengkap, seperti internet danĀ  LCD Proyektor.

Miskinnya materi ajar harus ditanggulangi dengan segera. Salah satu cara adalah setiap pendidik harus mempunyai BUKU AJAR. Beberapa manfaat adanya buku ajar:

  1. Berisi materi yang memadai disetiap topik pembahasan
  2. Memberikan arahan pengajaran sesuai dengan silabus dan RPP yang sudah ada.
  3. Meningkatkan efisiensi waktu, sebab siswa/mahasiswa tidak mencatat materi lagi, dan waktu yang ada dimanfaatkan untuk berdiskusi dan Tanya jawab dari topic yang ada dengan lebih mendalam.
  4. Dengan adanya studi kasus dan butir soal di akhir topic atau sub topic buku ajar, akan meningkatkan efektifitas pengajaran.
  5. Peta Kognitif akan lebih jelas dan terarah.

Setiap guru maupun mahasiswa sebaiknya mampu membuat BUKU AJAR sendiri. Kesadaran ini harus dimulai dari diri sendiri dan institusi masing-masing pengajar harus mengakomodasinya. Di bawah ini beberapa kriteria yang harus dipatuhi ketika memulai untuk membuat BUKU AJAR:

  1. Academic Integrity: Mengandung makna ilmiah -akademis
  2. Thoroughness Of Coverage: setiap pokok bahasan harus dikembangkan sesuai dengan target kompotensi yang ditentukan.
  3. Detail Provided: ditulis dengan jelas, tidak mengambang, tidak keluar dari batas keilmuan yang ditentukan
  4. A good Prose Style: penggunaan bentuk yang efektif dalam penggunaan bahasa, agar siswa didik dapat membaca dengan baik dan benar
  5. Interesting: di sajikan dengan menarik
  6. Well-Organized: buku ajar harus mengikuti urutan berdasarkan silabus yang sudah ditentukan, dan sesuai dengan criteria baku buku ajar. Jadi pengarang harus mengerti betul teknik penulisan.
  7. Pleasant Format: desain dan format cover yang baik, pemilihan warna yang pas, kualitas kertas yang baik dan hasil cetakan yang jelas adalah factor penting.
  8. Helpful Illustration: diberikan ilustrasi yang menarik, namun tidak terlalu banyak. Hal ini penting untuk menumbuhkan proses berfikir pembaca.
  9. A Variety of exercises: diberikan butiran-butiran pertanyaan, permasalahan untuk didiskusikan, pertanyaan uraian, saran cara untuk mempelajari, aktifitas kelas, saran untuk membaca literature selanjutnya, daftar glossary, daftar ejaan.

Semoga dengan kesadaran dari para pengajar dan institusi untuk memulai membuat BUKU AJAR, anak didik kita akan semakin padat keilmuannya dan para pengajar akan semakin efektif dalam mengemban tanggungjawabnya.

Agung Suprapto

lecturer, blogger, trainer, network engineer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *