0

Bertekad Untuk Lulus Kuliah

Dalam hati berbisik, duh Gusti…kapan saya ini lulus Kuliah? saya sudah menghabiskan banyak waktu, pikiran, dan dana untuk bisa menempuh jenjang pendidikan ini dengan usaha sendiri. Selain kepada Tuhan, saya¬† sebetulnya juga sering bertanya kepada diri sendiri: Apakah saya ini sudah pantas untuk lulus?hanya karena telah mengorbankan itu semua? apakah saya sudah layak menjadi seorang master di bidang yang saya ambil ini? Malu sendiri sebetulnya. Tetapi di lain sisi, nasehat hati bicara, bahwa malu akan ditambah dengan penyesalan jika ini tetap saya tunda-tunda.

Kuliah S2 memang tantangannya berlipat dibanding saat kuliah S1 dulu. Selain faktor dari perbedaan model dan beban belajar, faktor eksternal pun juga sangat mempengaruhi. Menjadi Mahasiswa, Guru, dosen, suami sekaligus ayah tersemat berbarangan. Sungguh sangat wow rasanya. Inilah mungkin resiko dari sebuah cita dan keinginan dari seorang yang “belum apa-apa” untuk menjadi “siapa”.

Mitos yang Ku benarkan

Dahulu, pada tahun 2012, ketika pertama kali saya akan mendaftar di sebuah universitas Gadjah Mada. Universitas yang konon terbaik di Indonesia itu. Saat itu saya bertemu dengan seorang mahasiswi S3, yang kebetulan istri dari sodara saya. pernah saat itu saya sharing tentang kuliah pasca sarjana itu seperti apa. mahasiswi S3 itupun berkata: Dek, kuliah S2 itu banyak keuntungan yang bakal kamu dapatkan. Selain ilmu, teman baru, juga akan mengantarkan keinginanmu sebagai dosen, apalagi kamu kuliah di UGM.

Perbincangan saat itu dengan mahasiswi tadi berlanjut beberapa kali sebelum saya mendaftar di UGM. Tetapi dari beberapa hal yang kami bicarakan, ada satu hal yang sering saya ingat-ingat, mahasiswi itu pernah bilang: “Kuliah di UGM itu, masuknya susah..keluarnya juga susah lho”. naah, saat ini sesuatu yang sebelumnya saya anggap mitos itu kelihatannya seperti kenyataan saja..pasalnya saya kuliah S2 yang seharusnya selesai tahun 2014, malah molor tahun 2015.

Tekad Bulat Lulus

akhirnya, semangat yang dulu terfragmentasi kemana-mana, dapat berkumpul lumayan besar di dada ini. September 2015, saya sudah berjanji dengan diri sendiri, bahwa di bulan oktober saya harus pra pendadaran, november saya pendadaran. dan januari saya harus wisuda. Bismillahirrohmanirrohiim

Agung Suprapto

lecturer, blogger, trainer, network engineer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *