1

Metode Layanan Berbasis Lokasi (LBS)

agung suprapto

agungsuprapto.net – Layanan Berbasis Lokasi

Semakin modern teknologi maka semakin menjanjikan kemudahan dalam segala hal, salah satunya adalah kemudahan mencari lokasi. Efek jaringan internet memang luar biasa pengaruhnya bagi kehidupan kita. LBS yang akan kita bahas ini adalah salah satu teknologi turunan dari berkembangnya Internet.

Pengertian LBS

LBS (Location Base Service) adalah sebuah layanan berbasis lokasi, yaitu sebuah layanan berbasis internet yang mampu menampilkan posisi secara geogragis dari perangkat bergerak atau ponsel yang kita bawa, atau memberi informasi lokasi dari alamat yang kita inginkan.

Jadi sederhananya, dengan adanya LBS, kita bisa mengetahui posisi kita dimana, kita berada di daerah mana atau mengetahui lokasi yang kita inginkan dengan mudah tanpa harus bertanya-tanya ke orang asing. Caranya hanya dengan mengaktifkan layanan LBS yang ada di Ponsel (Smartphone) Dengan adanya LBS ini akan membantu kawan-kawan yang hobby tersesat. Hee.

Metode Location Base Services

Sebetulnya metode LBS hanya terdiri dari 2 metode. Penentuan metode berdasarkan layanan aplikasi yang digunakan oleh ponsel masing-masing. Berikut sedikit keterangan tentang metode LBS

1. Device based (Location base service berdasarkan alat.

Metode ini berdasarkan alat GPS (Global Positioning System) yang ada diponsel atau device lainnya. Ponsel mengandalkan kemampuan dari device GPS. Apa itu GPS, bisa kita bahas di artikel selanjutnya.

2. Network Base (Berdasarkan Jaringan)

Terdapat beberapa metode pada network base ini.

  • Cell of Origin

Metode ini adalah metode yang paling sederhana. Bekerja berdasarkan cell jaringan yang ada, di mana masing-masing cell djangkau oleh satu BTS (Base Tower Station). Lokasi ditentukan berdasarkan letak dari ponsel yang berada pada cell. Jadi penentuan Lokasi dari ponsel akan terdeteksi dari BTS yang menjangkaunya. Metode ini adalah metode paling sederhana, namun mempunyai tingkat akurasi yang rendah, sebab hanya mengandalkan satu BTS dan ponsel untuk mendapatkan sudut lokasi.

  •  Angle of Arrival (AOA)

Metode ini membutuhkan minimal tiga BTS. Penentuan lokasi didapatkan dari sudut (angle) yang dibentuk oleh Ponsel dengan BTS-BTS yang menjangkaunya. Sudut ini biasa disebut Triangulasi (segitiga). Tiga BTS akan membentuk segitiga, dan setiap BTS akan mendeteksi lokasi ponsel berdasarkan garis sudutnya. Metode ini lebih akurat dibanding Cell of Origin.

  • Time difference of Arrival (TDOA)

Metode ini berdasarkan pada perbedaan waktu kedatangan. Jadi informasi lokasi dihasilkan dari perpotongan jarak bujur lingkaran yang dibentuk atas perbedaan waktu kedatangan yang dihasilkan. Metode ini memiliki tingkat akurasi yang lebih baik

  •  Enhanced Observed Time Difference (TDOA)

Metode ini adalah pengembangan dari metode Difference Of Arrival (TDOA). Berbedaannya adalah Tiga BTS akan selalu mengamati perbedaan sinyal waktu perjalanan ponsel yaitu dengan cara mentransmisikan sinyal ke ponsel tersebut. Metode ini membutuhkan perangkat tambahan pada ponsel.

  •  Location Pattern Matching (LPM)

Metode ini berdasarkan lokasi dari ponsel. Cara kerjanya adalah BTS menganalisis lokasi ponsel tersebut dari pantulan gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh ponsel terhadap kondisi lokasi daerah. Hasil analisis beruba tekstur daerah. Lalu BTS membandingkan tekstur daerah tersebut dengan database yang sudah ada. Database ini berisi dari tekstur area. Metode ini mengandalkan dari database lokasi dari BTS-BTS.

  •  Hybrid Method

Metode ini mengkombinasikan antara metode device based (GPS) dengan Network Based. Pada proses pemanfaatannya, setiap vendor smartphone mempunyai wewenang masing-masing untuk memilih metode mana yang digunakan.

Demikian kilasan singkat tentang metode-metode yang dipakai pada teknologi layanan berbasis lokasi (LBS)

Agung Suprapto

lecturer, blogger, trainer, network engineer

One Comment

  1. Mas, saya mau tanya… saya kan mau buat apps android dengan topik LBS nah masalah metode yang digunakan dalam aplikasi nanti apakah memang sudah diatur oleh devicenya apa menurut coding yang kita buat di apps… mohon di konfrmasi mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *